3/31/07 . # 1
Another new blog niy. Pengen aja gituh pindah ;) . Gue emang orangnya gak betahan siy. ;)
Anyway. A lot things happened lately.
Gue akhirnya mendapatkan kenyataan pahit kalau gue ditolak lagi sama dia. :(
Alasannya?
Menurut dia, susah bagi dia buat balikan lagi. Karena kita jarak jauh.
Secara. Gue di Bandung, dan dia di Jakarta.
Tapi bagi gue itu cuma salah satu alasan kecil aja.
Gue pikir itu memang resiko dari long distance.
gue bener-bener sebel sama orang yang terlalu naif akan susahnya LDR.
:(
Anyway. Pas gue online gitu di warnet, gue baca email dia gitu.
Tepat setelah gue selesai baca email itu.
dia nyapa gue di ym.
dia cuma nanya
'gimana?'dan gue cuma bisa bilang
'gue ngerti kok'dan gue off. karena gue gak pengen ngomong sama dia.
malamnya gue bener-bener galaw.
gue nyalahin dia sepenuhnya.
padahal gue janji pada gue sendiri untuk gak nangis.
tapi hati gue gak bisa dibohongi.
gue nangis. gue sakit. gue sedih.
seandainya dia gak cinta lagi sama gue.
dia gak seharusnya berlaku ngasih harapan terus sama gue.
mungkin kelakuannya itu gak dia sadari.
gue bener-bener berdoa semoga dia menyadari sikapnya yang nyakitin dan mainin gue seperti ini.
apalagi hari ini gue menemukan satu hal yang gak penting banget.
dia posting:
'aku sayang dia!'gue tau itu menunjuk ke gue.
gue tau.
sebenarnya dia udah ilfeel sama gue.
tapi dia gak mau mengakui kalau dia udah ilfeel sama gue sejak kita putus.
dan dia seakan-akan gak mau menyakiti hati gue.
padahal dia selalu nyakitin hati gue.
kapanpun. stiap waktu.
hati gue sakit.
anyway, gue memutuskan untuk gak bicara sama dia lagi di ym.
mungkin kesannya gue emang keluar dari masalah yah.
tapi gue gak kuat.
gue gak mau berhubungan sama dia lagi.
karena gue harus mengakui. kalau terus berhubungan sama dia selalu bikin gue clbk.
dan clbk selalu bikin gue sakit.
Tuhan, kenapa gue selalu terpaku sama dia?
mungkin karena kelakuannya itu sendiri yang seolah-olah ngasih gue harapan terus?
tapi Tuhan, setelah gue tau apa yang gue lihat,
seharusnya gue bisa mengerti diri gue sendiri.
kalau gue memang sudah seharusnya berhenti mikirin dia.
gue sakit. gue capek.semoga gue bisa segera melupakan masalah ini.
kumohon, Tuhan. :'(
.....
gue sempet chatting sama finka di ym.
dan pink ngasih tau gue titipan salam buat gue dari dia.
dia bilang:
'tolong jangan buat gue sedih lagi'.come on.
sebenernya dia itu lucu banget sih.
coba deh pikirin.
sebenarnya yang seharusnya sedih itu siapa sih?
sebenarnya apa sih untungnya buat dia gue tetep appear visible?
sebenarnya dia mau apa sih dari gue?
dia tetep pengen jadiin gue mainan dia? gue gak mau!
bukannya dengan gak adanya gue, dia jadi bebas?
dia gak perlu pretends to be nice melulu - kalau sebenarnya dia udah ilfeel sama gue!
sedangkan gue? gue sedih!! tolong pikirin gue dong, sebelum dia mikirin dirinya sendiri.
gue setengah tahun sayang sama dia walaupun gue udah jelas-jelas diputusin sama dia.
pernah gak sih dia mikir : kalau gue nembak dia karena gue yakin?
gue nembak dia karena gue yakin dia masih sayang sama gue.
ingat, dia selalu memberikan gue harapan!
sadar gak sih kalau harapan yang dia berikan -- yang mungkin gak pernah dia sadari itu bikin gue tetep terpaku sama dia?
sadar gak sih kalau gue lebih sakit daripada yang dia pikir sebelumnya?
sadar gak sih kalau dia nyakitin gue setiap waktu?
sadar gak sih.... tolong, ngertiin gue.
kalau dia gak suka sama gue lagi, dia gak seharusnya sok minta foto2 gue.
kalau dia gak suka sama gue lagi, dia gak seharusnya sok excited pas gue bilang ke dia kalau gue mau ke jakarta long weekend yang lalu. dan kenyataanya dia gak dateng.
kalau dia gak suka sama gue lagi, dia gak seharusnya minta nomor esia nyokap gue dengan alasan pengen ngobrol sama gue lebih banyak di telepon.
kalau dia gak suka sama gue lagi,dia gak seharusnya bilang 'gue nungguin lo aja deh' setelah lo nolak mantan pacar lo yang lain ketika dia ngajak lo nikah.
kalau dia gak suka sama gue lagi,dia gak seharusnya nyuruh gue nunggu satu minggu setelah gue nembak dia.
kalau dia gak suka sama gue lagi,dia seharusnya langsung jawab 'engga' ketika gue menembak dia.
kalau dia gak suka sama gue lagi,dia gak seharusnya bikin gue menderita secara psikologis karena gue sakit nungguin jawaban dia, sedangkan dia sendiri tau kalau dia akan jawab 'engga'.
Labels: c.i.n.t.a